Kisah Nabi Musa Menumbangkan Kekuasaan Firaun

Surat Yunus ayat 84:

وَقَالَ مُوسَى يَا قَوْمِ إِن كُنتُمْ آمَنتُم بِاللّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُواْ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

Musa berkata: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.”

Ayat-ayat sebelum ayat ini menceritakan kisah dakwah Nabi Musa kepada Firaun. Nabi Musa berdakwah kepada Firaun bukan supaya Firaun turun jabatan menjadi rakyat, tetapi agar ia beriman kepada Allah, juga dakwah Nabi Musa bukan bermaksud menumbangkan ataupun merebut kekuasaan Firaun.

Ketika Firaun tetap ingkar tidak mau beriman juga mengingkari semua bukti-bukti yang dibawa oleh Nabi Musa, maka apa usaha yang dilakukan oleh Nabi Musa kepada kaumnya? Apakah mendidik kaumnya agar bisa memerangi Firaun? Ternyata tidak!

Nabi Musa mendidik kaumnya agar BERTAWAKAL sepenuhnya kepada Allah, syaratnya tawakal itu adalah IMAN dan ISLAM.

Surat Yunus ayat 87:

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتاً وَاجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

Setelah Bani Isroil menerima seruan Nabi Musa agar bertawakkal kepada Allah (ayat 85-86), maka Allah memerintahkan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun agar keduanya memilih beberapa rumah untuk dijadikan masjid, kemudian memerintahkan mendirikan sholat, Nabi Musa juga diperintahkan agar memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman akan adanya pertolongan Allah di dunia dan surga di akhirat.

Diantara hikmah yang bisa diambil dari ayat ini, selama orang-orang islam cuek terhadap urusan sholat, selama itu pula pertolongan Allah akan tertahan. Untuk meruntuhkan kekuasaan yang zalim tidak perlu membuat kerusuhan dengan penguasa, tinggal makmurkan saja setiap masjid, tegakkan sholat dengan betul, nanti Allah sendiri yang akan menghancurkan kekuasaan yang zalim tersebut.

Surat Yunus ayat 88:

وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلأهُ زِينَةً وَأَمْوَالاً فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلاَ يُؤْمِنُواْ حَتَّى يَرَوُاْ الْعَذَابَ الأَلِيمَ

Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami – akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.”

Surat Yunus ayat 89:

قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلاَ تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ

AlIah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”.

Setelah Nabi Musa berdakwah kepada Firaun dan para pengikutnya juga menunjukkan mukjizat-mukjizat yang besar dan jelas namun mereka tetap ingkar dan menentang Nabi Musa, maka Nabi Musa mendoakan keburukan dan kebinasaan bagi mereka. Dan Allah menerima doanya Nabi Musa. Ibnu Juraij: “Setelah doa Nabi Musa ini, Firaun menjalani hidup selama 40 tahun.”

Diantara hikmah yang bisa diambil dari kedua ayat ini, mendoakan keburukan secara khusus kepada orang tertentu itu dilakukan setelah adanya pemberian peringatan, nasihat dan ajakan, namun orang tersebut tetap pada kejahatannya dan tidak mau menerima kebenaran. Lain halnya kalau mendoakan keburukan tanpa menyebutkan atau memaksudkan orang per orangnya.

Hikmah lainnya, antara penerimaan doa dan terlaksananya doa terkadang ada waktu tenggang, ini dimaksudkan agar orang yang berdoa betul-betul dalam doanya dan istiqomah dalam amal solihnya. Selama 40 tahun Bani Isroil menjalankan ketaatan, memakmurkan masjid dan mendirikan sholat secara istiqomah dan tanpa berpaling dari jalan Allah barulah Allah tumbangkan kezaliman Firaun.

Sebenarnya bisa saja Allah menghancurkan kekuasaan Firaun sesaat setelah Nabi Musa berdoa, namun yang dikehendaki adalah wujudnya keimanan dan ketaatan Bani Isroil kepada Allah. Seandainya saja Allah langsung menghancurkan Firaun belum tentu Bani Isroil akan sungguh-sungguh dan istiqomah dalam keimanan dan ketaaatan.

Kesimpulan, usaha kita adalah:

  1. Perkuat keimanan
  2. Jalankan syariat Islam
  3. Tawakal sepenuhnya kepada Allah
  4. Tunaikan Amar Ma’ruf
  5. Makmurkan masjid
  6. Tegakkan sholat
  7. Perbanyak doa
  8. Istiqomah
  9. Masalah pertolongan adalah urusan Allah, kalau tidak diberikan di dunia Allah akan berikan di akhirat.

*Referensi Tafsir dari kitab As-Sirojul Munir karya Syaikh Al Khotib As Sirbini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *